BERANDA
Print this page Generate PDF

1

Beli emas secara kredit?

  • Di satu sisi kita berkoar tentang betapa cerdasnya Islam saat memposisikan material emas sebagai uang. Di sisi lain kita menjadikannya sebagai komoditi (sil'ah)
  • Di satu sisi kita menjadikan uang kertas sebagai item ribawiy padahal kanjeng Nabi tidak pernah menyebutnya, bahkan tidak pernah mengenalnya. Sementara di sisi lain kita menjadikan emas -yang dengan fasih oleh kanjeng Nabi disebut sebagai item ribawiy- sebagai bukan item ribawiy lagi.
  • Di satu sisi kita berkoar tentang betapa tingginya kepedulian sosial dalam sistem ekonomi islam. Sementara dalam waktu yang sama kita dorong orang-orang tertentu untuk menumpuk kekayaan emas.
  • Di satu sisi kita bikin mata uang namanya rupiah, dalam waktu yang sama kita ajak orang untuk tidak mempercayainya lagi karena khawatir inflasinya.

2

Hatim Al Ashamm (seorang zaahid rabbaniy, wafat 237 H) pernah mengatakan, "Tergesa-gesa bagian dari godaan syetan kecuali dalam 5 (lima) hal. Di mana untuk 5 (lima) hal ini tergesa-gesa merupakan anjuran atau kesunnahan : 1) Menghidangkan makan kepada tamu, 2) Mengurus mayit, 3) Menikahkan gadis atau perjaka, 4) Membayar hutang, 5) Bertaubat. "

(Maw'izhah al mu`miniin, kitaab adaab al `akl, ihdhaar ath tha'aam)

3

فقول بعضهم: "لا قياس في العبادات" - على الإطلاق- غير مسلم؛ والأولى أن يقال: "لا قياس في التعبديات"، وهي التي لا يدرك لها معنى، وأما القياس في العبادات فهو سائغ؛ لأن كل حكم شرعي أمكن تعليله يجري القياس فيه

4

اعلم أن ما يترتّب على فعل إن كان تصوّره باعثاً للفاعل على صدورِه عنه يسمّى غرضاً وعلةً غائيةً وإلاّ يسمَّى فائدةً ومنفعة وغايةً .
والمراد بكون تصور الفعل باعثاً للفاعل على صدوره منه أنه محتاج إليه في تحصيل كماله ويكون بدونه ناقصاً بالذات ومعه يكون مستكملاً لغيره فيكون تصور الغرض مما لابد للفاعل منه لئلا يبقى ناقصاً .
ولذا قالوا أن أفعال اللّه عزّ وجلّ ليست معلّلة بالأغراض وإن كانت فيها فوائدُ ومنافع ومصالح وغاياتٌ . ما لأجله وجود الشيء .

5

Secara umum, penguasa dan politisi adalah manusia-manusia yang gila jabatan dan mata duitan. Terlalu banyak fakta untuk membuktikan hal itu. Namun sebenarnya kita lebih gila dari mereka, hanya saja kita belum berkuasa dan belum menjadi politisi.

6

وَفَرَّقَ الْقَرَافِيُّ بَيْنَ الْمِلْكِ وَالِاسْتِحْقَاقِ وَالِاخْتِصَاصِ فَقَالَ: الْمَالُ إنْ أُضِيفَ إلَى مَنْ يَعْقِلُ كَانَتْ لِلْمِلْكِ، وَإِلَّا فَإِنْ شَهِدَتْ الْعَادَةُ لَهُ بِهِ فَلِلِاسْتِحْقَاقِ، كَالسَّرْجِ لِلدَّابَّةِ، وَإِنْ لَمْ تَشْهَدْ بِهِ بَلْ كَانَتْ مِنْ شَهَادَةِ الْعَادَةِ وَغَيْرِهَا فَهُوَ لِلِاخْتِصَاصِ، فَالْمِلْكُ أَخَصُّ مِنْ الِاسْتِحْقَاقِ، وَالِاسْتِحْقَاقُ أَخَصُّ مِنْ الِاخْتِصَاصِ.

7

إن عقلية أكثر القائمين على المؤسسات المالية الإسلامية هي عقلية ربوية للأسف إلا من رحم الله. لا تفهم الا القرض والإقراض. لذا تراها لا تريد ان تتحمل أي مخاطرة في أعمالها وتحاول ان تقترب من أعمالها من البنوك الربوية ما استطاعَتْ الى ذلك سبيلا

8

وفرق بين الغالب والكثير بأن كل ما ليس بكثير نادر، وليس كل ما ليس بغالب نادرا بل قد يكون كثيرا، واعتبر بالصحة والمرض والجذام فإن الأول غالب، والثاني كثير، والثالث نادر.

9

قال أبو الحسن العبدري : أنشدني أبو المعالي الجويني لنفسه :
أخي
لن تنال العلم إلا بستة سأنبئك عن تفصيلها ببيان * ذكاء وحرص وافتقار وغربة وتلقين أستاذ وطول زمان
(ذيل تاريخ بغداد لابن النجار)

10

(قَوْلُهُ: مُتَقَوِّمٌ) بِكَسْرِ الْوَاوِ لِأَنَّهُ اسْمُ فَاعِلٍ أَيْ قَامَ بِهِ التَّقْوِيمُ وَبَعْضُهُمْ يَقْرَؤُهُ بِالْفَتْحِ عَلَى أَنْ يَكُونَ اسْمَ مَفْعُولٍ أَيْ وَقَعَ عَلَيْهِ التَّقْوِيمُ مِنْ الْغَيْرِ وَهُوَ غَيْرُ صَحِيحٍ لِأَنَّهُ مَأْخُوذٌ مِنْ تَقَوَّمَ كَتَعَّلَمَ وَهُوَ قَاصِرٌ وَاسْمُ الْمَفْعُولِ لَا يُبْنَى إلَّا مِنْ مُتَعَدٍّ

( التجريد لنفع العبيد أوْ حاشية البجيرمي على شرح المنهج, سليمان بن محمد بن عمر البُجَيْرَمِيّ المصري الشافعي (المتوفى: 1221هـ), ج 3, ص 115 )


Kepentingan Rasulullah di Balik Shalawat Untuknya(?)

Alasan efektif yang mendasari "Ingatlah Aku, maka Aku akan mengingat kalian." ditunjukkan oleh kalimat terakhir. Kalimat ini menunjukkan bahwa perintah "ingat" berkaitan dengan kepentingan manusia, bukan kepentingan Allah. Seakan-akan Allah ingin bilang, "Kamu mau Aku ingat (baca: Aku sayang)?" Kalau mau ya ingatlah Aku!


Pemuliaan Guru

Dalam perjalanan hijrah, tepatnya dalam perjalanan menuju gua Tsur, Abu Bakr RA kadang-kadang berjalan di depan Nabi SAW, di kesempatan lain –kadang-kadang– berjalan di belakang beliau SAW
Ketika Rasulullah SAW menyadari hal itu, beliau SAW bertanya, “Wahai Abu Bakr, mengapa kamu kadang-kadang berjalan di depan saya, lalu kadang-kadang di belakang saya?”
Abu Bakr menjawab, “Rasulullah, ketika aku teringat (kemungkinan buruk) apa yang terjadi dari belakang (seperti pengejar) maka aku berjalan di belakang anda. Kemudian ketika aku teringat (kemungkinan adanya) pengintai maka aku berjalan di depan anda.”


5 (Lima) Sahabat Nabi Terkaya yang Diberitakan Masuk Surga & Nilai Kekayaannya

Tulisan ini terinspirasi oleh tulisan Dr. Yusuf ibn Ahmad al-Qasim (dapat dibaca di www.al-mithaq.net/articles.php?action=show&id=199). Dalam artikelnya, beliau mengambil datanya dari beberapa buku, di antaranya Tarikh al-Islam dan Sayr A’lam al-Nubala`. Sementara saya, dalam tulisan ini berusaha menambahkan verifikasi saya sendiri dari sumber-sumber lain yang saya jelaskan pada tempatnya.


"وجه نصب ما بعد " بان

Beberapa santri yang mengkaji buku-buku fiqh menemukan isykaal mengenai kedudukan (i'raab) kata manshuub yang berada setelah kalimat " baana ". Mudah-mudahan apa yang dikutip oleh Ustadz al ustadziin, Syaikh Ali Asy Syabramallisiy (997 - 1087 H / 1588 - 1676 M) dari al imam As Suyuthi (849 - 911 H / 1445 - 1505 M) berikut ini dapat membantu mencerahkan.


Pendidikan Indonesia, Anda Mau Kemana?

Tanpa bermaksud mengagungkan keberadaan Pesantren dengan aktifitas pendidikan keagamaannya, fenomena tawuran antar pelajar saat ini selayaknya sepatutnya dilihat sebagai akibat dari kurangnya pendidikan akhlak keagamaan yang diberikan oleh pihak sekolah umum negeri -dan juga swasta. Fenomena ini sudah nyaris akut karena sudah mulai pada tahap kejahatan tertinggi dalam peradaban budaya manusia, yaitu membunuh.



Kapitalisme Berbalut Fiqh

Ketika keserba-syariahan mulai mendapatkan tempat di hati peminatnya, kita buru-buru menyediakan dukungan hardware (hukum, lembaga, sumber daya manusia), software (dalam pengertian IT). Namun ada satu hal yang kita (termasuk saya di dalamnya) tidak atau alpa persiapkan dalam menyongsong era serba syariah, yaitu mental. Mental untuk menerima islamisasi. Mental yang tidak dipersiapkan dan dibiarkan tetap berada dalam pengaruh masa lalu -akibat sistem dan pendidikan- menjadikan saya "berpeci" namun berhati kapitalis dan membuat  adik perempuan saya "berjilbab" tetapi berhati rentenir.


Nikahilah Wanita karena Kekayaannya?

Pada dasarnya, maksud Rasulullah SAW ketika mengungkapkan pernyataan tersebut adalah memberikan informasi tentang fenomena yang berlaku di masyarakat secara umum saat mencari pasangan hidupnya. Tepatnya, beliau SAW memberikan informasi bahwa ada laki-laki yang menikahi seorang wanita termotivasi oleh kondisinya status ekonominya. Ada laki-laki terdorong untuk menikahi wanita karena melihat status trah atau darah birunya. Ada laki-laki yang menikahi wanita karena faktor kecantikannya. Sementara itu ada juga laki-laki yang menikahi seorang wanita karena melihat tingginya ketakwaan wanita tersebut kepada Allah SWT.



"وجه نصب ما بعد " بان

Beberapa santri yang mengkaji buku-buku fiqh menemukan isykaal mengenai kedudukan (i'raab) kata manshuub yang berada setelah kalimat " baana ". Mudah-mudahan apa yang dikutip oleh Ustadz al ustadziin, Syaikh Ali Asy Syabramallisiy (997 - 1087 H / 1588 - 1676 M) dari al imam As Suyuthi (849 - 911 H / 1445 - 1505 M) berikut ini dapat membantu mencerahkan.


Pendidikan Indonesia, Anda Mau Kemana?

Tanpa bermaksud mengagungkan keberadaan Pesantren dengan aktifitas pendidikan keagamaannya, fenomena tawuran antar pelajar saat ini selayaknya sepatutnya dilihat sebagai akibat dari kurangnya pendidikan akhlak keagamaan yang diberikan oleh pihak sekolah umum negeri -dan juga swasta. Fenomena ini sudah nyaris akut karena sudah mulai pada tahap kejahatan tertinggi dalam peradaban budaya manusia, yaitu membunuh.


Mike Tyson Menangis di Tanah Suci

VIVAnews - Mantan juara dunia tinju kelas berat, Mike Tyson menangis ketika mengunjungi Masjid Al-Nabawi di Madina, Arab Saudi. Tyson juga melakukan umrah di Mekah, Minggu 4 Juli 2010.



© Hakcipta 2008-2016 - Pesantren Al Muta'allimin, Jakarta 12210