![]() |
![]() |
![]() |
![]() |
![]() |
![]() |
![]() |
![]() |
![]() |
![]() |
![]() |
![]() |
![]() |
![]() |
![]() |
| PENDIDIKAN |
![]() |
Warning: Parameter 1 to cms_module_Lang() expected to be a reference, value given in /home/alpontre/public_html/lib/classes/class.module.inc.php on line 2012 Warning: Parameter 1 to cms_module_Lang() expected to be a reference, value given in /home/alpontre/public_html/lib/classes/class.module.inc.php on line 2012 Warning: Parameter 1 to cms_module_Lang() expected to be a reference, value given in /home/alpontre/public_html/lib/classes/class.module.inc.php on line 2012
Metode yang digunakan secara umum adalah metode bandungan, di mana guru –di hadapan para santri- membaca kitab, santri memberi catatan makna pada kitab. Catatan tersebut umumnya berupa arti kata dan simbol-simbol tertentu yang menandakan kedudukan kata dari sudut bahasa. Cara ini merupakan cara tradisional yang masih amat sangat relevan dan bahkan dalam pengamatan kami membentuk karakter kritis pada santri terhadap aturan bahasa dan maksud redaksi. Bisa jadi metode ini amat lamban, khususnya ketika diterapkan dalam kajian kitab Fiqh dan Tauhid klasik, mengingat sifat iijaaz (kalimat singkat penuh makna) dalam tulisan-tulisan yang berkaitan dengan kedua bidang tersebut. Meskipun begitu cara tersebut di atas adalah yang terbaik kaitannya dengan kekritisan analisa.
Selama bulan Ramadhan, sebagaimana layaknya pesantren-pesantren tradisional lainnya diadakan aktifitas kajian beberapa kitab kuning yang materinya ditentukan oleh para ustadz. Di samping pelajaran formal, setiap hari -kecuali Jum'at- setelah shubuh terdapat kajian non formal (tidak wajib) terbuka yang dapat dikuti oleh siapa saja yang berminat.
V. Tahun Ajaran dan Penerimaan Berbeda dengan kebanyakan lembaga pendidikan Pesantren di Jakarta, Pesantren Al Muta'allimin memulai tahun ajaran pendidikannya pada pertengahan bulan Syawal dan berakhir pada akhir bulan Sya'ban. Meskipun demikian penerimaan santri baru tidak terikat oleh waktu. Setiap santri baru ditempatkan pada jenjangnya mengikuti kemampuan keilmuan yang telah dimilikinya, tanpa memandang usia. Untuk santri Ibtidaiyyah
Untuk santri Tsanawiyyah dan Aliyah
Ijazah yang diberikan kepada para santri yang telah menamatkan salah satu jenjang pendidikan bersifat intern. Hingga saat ini ijazah tersebut tidak berlaku bagi lembaga pendidikan lain. Sejauh ini kami tidak memiliki keterikatan dengan Departemen Agama RI -kecuali dalam hal catatan statistik. Ini sama sekali tidak berarti kami tertutup atau bersifat "eksklusif". Para santri Al Muta'allimin rata-rata mengikuti pendidikan umum (non disiplin keislaman) di sekolah atau universitas yang berada di wilayah Jakarta. Untuk itu, kami belum melihat urgensi kelayakan ijazah terhadap lembaga lain. Bangunan Pesantren Al Muta'allimin terdiri dari 3 (tiga) gedung dengan luas total 1136 m2, masing-masing gedung A (3 lantai), B (4 lantai) dan C (3 lantai). Sebagai catatan, Pesantren Al Muta'allimin adalah Pesantren tanpa asrama. Penyediaan fasilitas asrama sebagai boarding masih berupa ide karena beberapa hal. Sejak awal pendiriannya, Pesantren Al Muta'allimin telah menegaskan sikapnya bahwa Pesantren Al Muta'alimin tidak boleh menjadi lembaga pendidikan yang berorientasi profit. Disiplin dan keseriusan belajar adalah biaya modal yang harus dibawa oleh para santri yang datang hendak belajar, baik yang ingin sekedar mampu membaca Al Qur'an maupun mengkaji kitab klasik. Hingga saat ini, kami tetap menginginkan Pesantren Al Muta'allimin sebagai lembaga pendidikan yang murah seperti yang pernah tercatat dalam sejarah pesantren-pesantren di Indonesia.
|
![]() |
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
![]() |
![]() |
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
![]() |
![]() |
© Hakcipta 2008-2010 - Pesantren Al Muta'allimin, Jakarta 12210 |
![]() |
![]() |
![]() |
![]() |
![]() |
![]() |
![]() |