KABAR
Print this page Generate PDF

Seminar I : Forum Belajar Ekonomi Syariah

Admin


Acara Seminar I : Forum Belajar Ekonomi Syariah (F-BES)
Tema Sesi I pukul 10:00 - 12:00 Menjalankan Bisnis secara Islami
Sesi II pukul 13:00 - 15:00 Sistem Pembiayaan Mikro Syariah
Pembicara Sesi I Muhammad Iqbal (Pegiat Ekonomi Syariah dan Pengajar)
Sesi II Zulkarnain (Staf Microfinance Innovation Center for Resources and Alternatives/MICRA)
Hari/Tanggal Ahad,17 Oktober 2010 / 09 Dzulqa’dah 1431
Tempat Gedung B, Lantai Dasar, Pesantren Al-Muta'allimin, Kemandoran Pluis, Palmerah Barat, Jakarta Selatan 12210
Lihat lokasi
Peserta Terbatas (50 orang)
Biaya Rp. 25.000,- / peserta
Biaya
  1. Makanan ringan saat kedatangan
  2. Salinan materi seminar
  3. Sertifikat bagi yang berkepentingan
Langkah Pendaftaran
  1. Memberikan data anda dengan salah satu cara berikut :

  2. a. Mengirimkan SMS ke no. 0898 830 89 29 dengan pesan : “Seminar FBES-1 dan <nama lengkap>”.
    b. Mengisi formulir online di www.bes.site11.com/formulir/
    c. Langsung datang mengisi formulir di Pesantren Al Muta’allimin (kontak sdr. Nur Ikhwan) dan membayar tunai.
  3. Untuk langkah a atau b dilanjutkan dengan transfer biaya ke Bank Mandiri Syariah, no. rek. 086000 5443, a/n Nur Ikhwan.
  4. Konfirmasi transfer pembayaran melalui sms ke no. 0898 830 89 29.
Segmen Seminar ini secara khusus ditujukan kepada
  1. Masyarakat umum
  2. Pelaku usaha kecil atau pengusaha warung-an
  3. Mahasiswa S1 jurusan terkait.

Pengantar

Sesi Pertama
“Ku kira coklat, nggak taunya broklat, perutku jadi kacau berat, nggak! Nggak momo lagi”. Demikian sebuah pernyataan yang diperankan oleh seorang anak bertubuh tambun dalam sebuah iklan kudapan coklat bermerk “Gery Toya-Toya” produksi Garuda Food, yang ditampilkan dalam iklan di berbagai televisi nasional. Sekilas iklan tersebut biasa saja, namun sesungguhnya memuat pesan yang menyerang pesaingnya bernama ”Momogi” kudapan buatan perusahaan lain. Dilain pihak beberapa iklan di televise menampilkan produk toiletris seperti sabun mandi, atau perawatan kulit, yang secara sengaja mengumbar kulit mulus wanita cantik, atau kita juga disuguhkan oleh iklan obat sekali minum sembuh, padahal proses penyembuhan penyakit tidak sesederhana itu.
Apa yang dibahas di atas merupakan gambaran betapa sebagian orang atau organisasi melakukan berbagai cara untuk menjual produknya baik dengan cara menyerang pesaingnya, mengumbar aurat atau melakukan kebohongan publik. Apakah bisnis merupakan profesi etis? Atau sebaliknya ia menjadi profesi kotor? Kalau profesi kotor penuh tipu menipu, mengapa begitu banyak orang yang menekuninya bahkan bangga dengan itu? Lalu kalau ini profesi kotor betapa mengerikan masyarakat modern ini yang didominasi oleh kegiatan bisnis ini (Sony Keraf:2000). Adakah Islam mempunyai aturan main mengenai bagaimana berbisnis dengan benar dan berakhlak?

Sesi Kedua
Masyarakat tidak mampu dan pengusaha kecil warungan amat membutuhkan aneka ragam jasa keuangan, tidak hanya pinjaman. Sebuah jasa keuangan yang nyaman, fleksibel, dan HALAL. Di samping itu masyarakat tidak mampu juga memerlukan jasa tabungan, transfer uang, dan asuransi. Tentunya juga yang halal.
Sistem Keuangan Mikro Syariah adalah instrumen yang berdayaguna untuk menjawab permasalahan tersebut secara islami. Sistem Keuangan Mikro Syariah memungkinkan sebuah rumah tangga berpendapatan rendah untuk beralih dari sekedar perjuangan untuk bertahan hidup dari hari ke hari menuju perencanaan masa depan, investasi untuk gizi yang lebih baik, peningkatan kondisi kehidupan, serta peningkatan kesehatan dan pendidikan anak-anak. Anda ingin mengetahui lebih banyak tentang Sistem Keuangan Mikro Syariah?

Catatan :
Seminar ini sama sekali tidak menjual dan tidak menawarkan produk perbankan syariah manapun. Seminar ini hanya bertujuan memberikan edukasi atau pendidikan. Untuk mengetahui lebih banyak tentang Forum Belajar Ekonomi Syariah, silakan klik sini.


Kembali - Cetak

© Hakcipta 2008-2017 - Pesantren Al Muta'allimin, Jakarta 12210