HIKMAH
Print this page Generate PDF
Rabu, 12 Oktober 2016, 07:44

Perbedaan Fahsya` dan Munkar

Faishol


Fahsya` dan Munkar adalah 2 (dua) istilah Al Qur`an (lihat al Ankabut, 45) yang diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia menjadi "Keji dan Munkar". Para penafsir mengajukan keterangan yang beragam mengenai maksud kedua istilah tersebut:

  1. Perbedaan keduanya menurut Tafsir Al Qurthubiy:

    Munkar : segala yang dilarang oleh Islam. Dengan demikian, Munkar mencakup seluruh perbuatan durhaka (maksiat) kepada Allah dengan segala bentuknya.

    Fahsya` : segala ucapan atau pekerjaan yang buruk. Ibnu Abbas berpendapat, Fahsya` adalah zina.

    Dengan tafsir ini, Fahsya` pasti Munkar, namun tidak setiap Munkar adalah Fahsya`. Munkar lebih umum dari Fahsya`.

  2. Perbedaan keduanya menurut Tafsir As Sa'diy:

    Fahsya` : segala bentuk durhaka (maksiat) kepada Allah yang selaras dengan naluri manusia.

    Contohnya zina. Zina adalah perbuatan maksiat yang memang sejalan dan sesuai dengan maunya naluri manusia.

    Munkar : segala bentuk durhaka kepada Allah yang tidak dapat diterima oleh akal sehat dan fithrah manusia.

    Contohnya mencuri. Mencuri adalah perbuatan maksiat yang tidak bisa diterima akal sehat. Akal sehat dan fithrah manusia menilai tidak selayaknya seseorang mengambil milik orang lain tanpa alasan.


Kembali - Cetak

© Hakcipta 2008-2017 - Pesantren Al Muta'allimin, Jakarta 12210