Categories: General
      Date: Wednesday, 15 July 2009, 09:26
     Title: Imtihan versi Pesantren Al Muta'allimin

Secara etimologi, Imtihan berarti ujian, ulangan atau evaluasi. Dalam lingkungan Pesantren Al Muta'allimin, Imtihan adalah "Ujian lisan sebagai bentuk evaluasi belajar selama setahun ajaran yang diakhiri dengan acara pengajian umum sebagai penutup sementara aktifitas kegiataan formal pesantren Al Muta'allimin". Acara Imtihan dilakukan secara rutin per tahun menjelang bulan Ramadhan. Untuk selanjutnya para santri diliburkan secara formal hingga mengikuti kembali kegiatan belajar pada pertengahan bulan Syawal.



Secara etimologi, Imtihan berarti ujian, ulangan atau evaluasi. Namun dalam konteks lingkungan Pesantren Al Muta'allimin, Imtihan adalah "Ujian lisan sebagai bentuk evaluasi belajar selama setahun ajaran yang diakhiri dengan acara pengajian umum sebagai penutup sementara aktifitas kegiataan formal pesantren Al Muta'allimin". Acara Imtihan dilakukan secara rutin per tahun menjelang bulan Ramadhan. Untuk selanjutnya para santri diliburkan secara formal hingga mengikuti kembali kegiatan belajar pada pertengahan bulan Syawal.

Acara ini berlangsung tiga hari empat malam. Dalam Imtihan syafawi (lisan) tersebut pemahaman para santri terhadap pelajaran selama tahun ajaran berjalan diuji secara lisan di hadapan khalayak ramai.

Acara puncak diselenggarakan pada malam terakhir berupa ujian lisan final bagi mereka yang dinilai baik dan berprestasi.

Acara ini merupakan ciri khas pesantren Al Muta'allimin yang memiliki banyak fungsi. Diantaranya:

  1. Analisa tahunan terhadap sistem pendidikan dan pengajaran.
  2. Analisa terhadap kemampuan santri per tahunnya.
  3. Penempaan mental santri untuk terbiasa berbicara atau menyampaikan pendapat di depan khalayak ramai
  4. Sarana silaturrahmi antara wali santri dan dewan asatidz atau guru.
  5. Memupuk rasa memiliki dalam jiwa santri terhadap Pesantren
  6. Memperkenalkan metode pendidikan ala pesantren tradisional kepada masyarakat

Di sisi lain, acara Imtihan juga merupakan sarana menjaga hubungan baik dan silaturrahmi antara pihak pemerintah dan ulama untuk menyatukan visi dalam membangun moral masyarakat sekitar Pesantren menuju ke arah yang lebih baik dan positif.