Pesantren Al Muta'allimin

معهد المتعلمين لخدمة العلوم الشرعية

Dirintis sejak tahun 1970, dimulai dengan pendidikan belajar membaca Al-Qur`an yang diasuh oleh almarhum K.H. Zainuddin Abrori, yang juga pendiri sekaligus pewakaf Pesantren Al Muta’allimin ... Selengkapnya

Pesantren Al Muta'allimin dirintis dengan tujuan memberikan keragaman model pendidikan pesantren, di mana salah satu modelnya adalah konsentrasi pada kajian disiplin ilmu keislaman ... Selengkapnya

Hari, Tanggal, dan Tahun Kelahiran Rasulullah saw.

Hari, Tanggal, dan Tahun Kelahiran Rasulullah saw.

Hari kelahiran Rasulullah saw. diketahui dengan dasar yang kuat, tetapi tanggal persis kelahiran beliau ternyata diperselisihkan oleh para ulama. Ada yang menyebut 2, 8, 10, 12, 17, hingga 23 Rabi’ al-Awwal, bahkan terdapat pendapat mengenai bulan Ramadan dan tanggal 20 April. Lalu, pendapat mana yang memiliki dasar paling kuat? Artikel ini menelusuri berbagai riwayat dan penilaian ulama terhadapnya berdasarkan catatan Ibn Katsir.

Sabda yang Meluruskan, Bukan Menolak

Sabda yang Meluruskan, Bukan Menolak

Kaya bukan soal seberapa tebal tabungan, tapi seberapa mampu hati berkata cukup. Menelusuri hadis shahih riwayat al-Bukhari dan Muslim tentang kekayaan jiwa, tulisan ini menjawab mengapa banyak orang yang hartanya melimpah justru merasa terus kekurangan—dan bagaimana media sosial memperparah ilusi itu.

Kekuasaan Dapat Bertahan Bersama Kekufuran, Tetapi Tidak Bersama Kezaliman

Kekuasaan Dapat Bertahan Bersama Kekufuran, Tetapi Tidak Bersama Kezaliman

Sebuah negeri masih bisa bertahan meski keliru dalam teologi, tetapi tidak akan bertahan jika membiarkan kezaliman merajalela. “al-mulk yabqa ma‘a al-kufr wa la yabqa ma‘a al-zulm“. Tafsir al-Razi atas surah Hud: 117 mengajak kita membaca ulang hubungan antara iman, keadilan, dan nasib peradaban.

Urgensi Pendidikan Keagamaan bagi Anak dan Remaja dalam Bingkai Eksistensi Pesantren

Urgensi Pendidikan Keagamaan bagi Anak dan Remaja dalam Bingkai Eksistensi Pesantren

Di Indonesia, pesantren hadir sebagai lembaga pendidikan yang tidak hanya mengajarkan ilmu agama, tetapi juga membentuk kepribadian melalui tradisi, teladan, dan kehidupan sehari-hari. Pesantren bukan sekadar institusi, tetapi ekosistem pendidikan, yaitu lingkungan yang seluruh elemennya mendukung pembinaan moral, spiritual, dan sosial secara terintegrasi. Artikel ini menguraikan urgensi pendidikan keagamaan dan posisi strategis pesantren dalam mendukung perkembangan anak dan remaja, sekaligus membahas peran pemerintah dalam memperkuat kontribusi pesantren bagi bangsa.

Surah Al-Ikhlas: Mengurai Makna “Sepertiga Al-Qur`an”

Surah Al-Ikhlas: Mengurai Makna “Sepertiga Al-Qur`an”

Surah Qul Huwallahu Ahad (al-Ikhlash) adalah salah satu surah kategori terpendek dalam al-Qur`an yang memiliki kedudukan yang sangat agung. Dalam sejumlah hadis sahih, Nabi Muhammad saw. menyatakan bahwa membaca surat ini setara dengan membaca sepertiga al-Qur`an dalam hal pahala. Namun, untuk menutup potensi salah memahami hadis ini sehingga beranggapan bahwa membaca al-Ikhlash tiga kali bisa menggantikan membaca seluruh al-Qur`an, artikel ini akan menjelaskan hadis-hadis tersebut, maknanya, dan perbedaan penting antara pahala dan kecukupan yang diperlukan (ijza`).

Insya Allah: Antara Rencana Manusia dan Kedaulatan Tuhan

Insya Allah: Antara Rencana Manusia dan Kedaulatan Tuhan

Seberapa sering kita mengucapkan “Insya Allah” hanya sebagai basa-basi pergaulan? Di masa kini, kalimat yang begitu agung ini kerap tereduksi maknanya. Ia seringkali berubah menjadi tameng halus saat kita ragu menepati janji, atau sekadar cara sopan untuk mengatakan “mungkin” tanpa beban komitmen. Tahukah Anda bahwa ribuan tahun lalu, terlewatnya kalimat ini pernah memicu sebuah drama besar di kota Mekkah? Sebuah peristiwa yang membuat wahyu tertahan, menimbulkan kecemasan mendalam pada diri Nabi Muhammad saw., dan menjadi berhubungan erat dengan sebab turun surat al-Kahfi. Kisah di balik surat ini menampar kesadaran kita, bahwa “Insya Allah” bukanlah pelarian dari ketidakyakinan, basa-basi religius, atau keraguan atas suatu rencana, melainkan sebuah pengakuan paling fundamental tentang siapa penguasa hari esok yang sebenarnya.

1443/1444 H
1444/1445 H
1445/1446 H
santri
Putra
santri
Putri

أَلَمْ تَرَ أَنَّ اللَّهَ يَعْلَمُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الأرْضِ مَا يَكُونُ مِنْ نَجْوَى ثَلاثَةٍ إِلا هُوَ رَابِعُهُمْ وَلا خَمْسَةٍ إِلا هُوَ سَادِسُهُمْ وَلا أَدْنَى مِنْ ذَلِكَ وَلا أَكْثَرَ إِلا هُوَ مَعَهُمْ أَيْنَ مَا كَانُوا ثُمَّ يُنَبِّئُهُمْ بِمَا عَمِلُوا يَوْمَ الْقِيَامَةِ إِنَّ اللَّهَ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمٌ

Tidakkah engkau perhatikan, bahwa Allah mengetahui apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi? Tidak ada pembicaraan rahasia antara tiga orang, melainkan Dia adalah yang keempatnya. Dan tidak ada (pembicaraan antara) lima orang, kecuali Dia adalah yang keenamnya. Dan tidak ada yang kurang atau lebih banyak dari itu melainkan Dia pasti ada bersama mereka di mana saja mereka berada. (Q.S. Al-Mujadilah, 7)