Artikel

Membedah Tiga Karakter Nabi Ibrahim dalam QS. Hud: 75

16 Desember 2025
Membedah Tiga Karakter Nabi Ibrahim dalam QS. Hud: 75

Tiga karakter Khalilullah Ibrahim as. yang adalah paket lengkap bagi siapa saja yang ingin membangun kepribadian yang utuh. Halim menjaga kita agar tidak hancur oleh emosi, awwah menjaga kita agar tidak kering dari empati, dan munib menjaga kita agar tidak tersesat dari tujuan hidup.

Ibnu Salul Akhirnya Mati

21 September 2025
Ibnu Salul Akhirnya Mati

Perang Tabuk (Rajab tahun 9 Hijriyyah) adalah ekspedisi militer terakhir yang dipimpin langsung oleh Rasulullah saw. sebelum wafatnya beliau. Secara singkat, alur waktunya adalah: Tahun 9 H: Dikenal sebagai ‘Am al-Wufud (Tahun Delegasi), karena fokus Nabi saw. beralih dari ekspedisi … Selengkapnya …

Dari Fondasi ke Kodifikasi: Dua Era Emas Mazhab Syafi’i

16 September 2025
Dari Fondasi ke Kodifikasi: Dua Era Emas Mazhab Syafi’i

Dinamika Internal Sebuah Mazhab Fikih Mazhab fikih dalam tradisi Islam bukanlah entitas yang statis dan beku. Sejak kelahirannya, setiap mazhab, termasuk Mazhab Syafi’i yang “didirikan” oleh imam Muhammad bin Idris al-Syafi’i (150-204 H/767-820 M), mengalami proses perkembangan, pematangan, dan sistematisasi … Selengkapnya …

Memahami Makna Sedekah Jariyah

16 September 2025
Memahami Makna Sedekah Jariyah

Dalam tradisi keilmuan Islam, istilah sedekah jariyah kerap disempitkan maknanya hanya pada praktik wakaf. Hal ini berakar dari dominasi pandangan mayoritas ulama yang menafsirkan sedekah jariyah yang pahalanya terus mengalir pascawafat sebagai merujuk khusus pada wakaf. Namun, pendekatan ini menyisakan … Selengkapnya …

Pertarungan Abadi al-Haqq dan al-Bathil: Sunnah al-Tadafu’

29 Agustus 2025
Pertarungan Abadi al-Haqq dan al-Bathil: Sunnah al-Tadafu’

Kisah atau sejarah dalam Al-Qur`an harus dipahami sebagai sebuah panggung agung yang terarah (purpose-driven), sebuah arena di mana drama kosmik pertarungan antara kebenaran (al-haqq) dan kebatilan (al-bathil) dipentaskan. Mesin penggerak utama yang mendorong narasi kemanusiaan dari satu babak ke babak … Selengkapnya …


قُلْ لَا يَسْتَوِي الْخَبِيثُ وَالطَّيِّبُ وَلَوْ أَعْجَبَكَ كَثْرَةُ الْخَبِيثِ فَاتَّقُوا اللَّهَ يَا أُولِي الْأَلْبَابِ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ

Katakan (wahai Muhammad), "Tidak sama yang buruk dengan yang baik, meskipun banyaknya yang buruk itu menarik hatimu, maka bertakwalah kepada Allah hai orang-orang berakal, agar kalian mendapat keberuntungan." (Q.S. Al-Ma`idah, 100)

Sebuah sistim yang dominan tidak dapat dinilai baik hanya karena dominasinya. Dan Allah hanya menerima sistim yang baik. Untuk itu keberuntungan dalam maknanya yang luas hanya dapat diperoleh dengan sistim yang baik.