Hari, Tanggal, dan Tahun Kelahiran Rasulullah saw.

Hari, Tanggal, dan Tahun Kelahiran Rasulullah saw.

Hari kelahiran Rasulullah saw. diketahui dengan dasar yang kuat, tetapi tanggal persis kelahiran beliau ternyata diperselisihkan oleh para ulama. Ada yang menyebut 2, 8, 10, 12, 17, hingga 23 Rabi’ al-Awwal, bahkan terdapat pendapat mengenai bulan Ramadan dan tanggal 20 April. Lalu, pendapat mana yang memiliki dasar paling kuat? Artikel ini menelusuri berbagai riwayat dan penilaian ulama terhadapnya berdasarkan catatan Ibn Katsir.

Sabda yang Meluruskan, Bukan Menolak

Sabda yang Meluruskan, Bukan Menolak

Kaya bukan soal seberapa tebal tabungan, tapi seberapa mampu hati berkata cukup. Menelusuri hadis shahih riwayat al-Bukhari dan Muslim tentang kekayaan jiwa, tulisan ini menjawab mengapa banyak orang yang hartanya melimpah justru merasa terus kekurangan—dan bagaimana media sosial memperparah ilusi itu.

Urgensi Pendidikan Keagamaan bagi Anak dan Remaja dalam Bingkai Eksistensi Pesantren

Urgensi Pendidikan Keagamaan bagi Anak dan Remaja dalam Bingkai Eksistensi Pesantren

Di Indonesia, pesantren hadir sebagai lembaga pendidikan yang tidak hanya mengajarkan ilmu agama, tetapi juga membentuk kepribadian melalui tradisi, teladan, dan kehidupan sehari-hari. Pesantren bukan sekadar institusi, tetapi ekosistem pendidikan, yaitu lingkungan yang seluruh elemennya mendukung pembinaan moral, spiritual, dan sosial secara terintegrasi. Artikel ini menguraikan urgensi pendidikan keagamaan dan posisi strategis pesantren dalam mendukung perkembangan anak dan remaja, sekaligus membahas peran pemerintah dalam memperkuat kontribusi pesantren bagi bangsa.

Surah Al-Ikhlas: Mengurai Makna “Sepertiga Al-Qur`an”

Surah Al-Ikhlas: Mengurai Makna “Sepertiga Al-Qur`an”

Surah Qul Huwallahu Ahad (al-Ikhlash) adalah salah satu surah kategori terpendek dalam al-Qur`an yang memiliki kedudukan yang sangat agung. Dalam sejumlah hadis sahih, Nabi Muhammad saw. menyatakan bahwa membaca surat ini setara dengan membaca sepertiga al-Qur`an dalam hal pahala. Namun, untuk menutup potensi salah memahami hadis ini sehingga beranggapan bahwa membaca al-Ikhlash tiga kali bisa menggantikan membaca seluruh al-Qur`an, artikel ini akan menjelaskan hadis-hadis tersebut, maknanya, dan perbedaan penting antara pahala dan kecukupan yang diperlukan (ijza`).

Insya Allah: Antara Rencana Manusia dan Kedaulatan Tuhan

Insya Allah: Antara Rencana Manusia dan Kedaulatan Tuhan

Seberapa sering kita mengucapkan “Insya Allah” hanya sebagai basa-basi pergaulan? Di masa kini, kalimat yang begitu agung ini kerap tereduksi maknanya. Ia seringkali berubah menjadi tameng halus saat kita ragu menepati janji, atau sekadar cara sopan untuk mengatakan “mungkin” tanpa beban komitmen. Tahukah Anda bahwa ribuan tahun lalu, terlewatnya kalimat ini pernah memicu sebuah drama besar di kota Mekkah? Sebuah peristiwa yang membuat wahyu tertahan, menimbulkan kecemasan mendalam pada diri Nabi Muhammad saw., dan menjadi berhubungan erat dengan sebab turun surat al-Kahfi. Kisah di balik surat ini menampar kesadaran kita, bahwa “Insya Allah” bukanlah pelarian dari ketidakyakinan, basa-basi religius, atau keraguan atas suatu rencana, melainkan sebuah pengakuan paling fundamental tentang siapa penguasa hari esok yang sebenarnya.

Membedah Tiga Karakter Nabi Ibrahim dalam QS. Hud: 75

Membedah Tiga Karakter Nabi Ibrahim dalam QS. Hud: 75

Tiga karakter Khalilullah Ibrahim as. yang adalah paket lengkap bagi siapa saja yang ingin membangun kepribadian yang utuh. Halim menjaga kita agar tidak hancur oleh emosi, awwah menjaga kita agar tidak kering dari empati, dan munib menjaga kita agar tidak tersesat dari tujuan hidup.

Ibnu Salul Akhirnya Mati

Ibnu Salul Akhirnya Mati

Perang Tabuk (Rajab tahun 9 Hijriyyah) adalah ekspedisi militer terakhir yang dipimpin langsung oleh Rasulullah saw. sebelum wafatnya beliau. Secara singkat, alur waktunya adalah: Tahun 9 H: Dikenal sebagai ‘Am al-Wufud (Tahun Delegasi), karena fokus Nabi saw. beralih dari ekspedisi … Selengkapnya …


قال رَسُولَ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم : إِنَّ الْحَلاَلَ بَيِّنٌ وَإِنَّ الْحَرَامَ بَيِّنٌ وَبَيْنَهُمَا مُشْتَبِهَاتٌ لاَ يَعْلَمُهُنَّ كَثِيرٌ مِنَ النَّاسِ فَمَنِ اتَّقَى الشُّبُهَاتِ اسْتَبْرَأَ لِدِينِهِ وَعِرْضِهِ وَمَنْ وَقَعَ فِى الشُّبُهَاتِ وَقَعَ فِى الْحَرَامِ كَالرَّاعِى يَرْعَى حَوْلَ الْحِمَى يُوشِكُ أَنْ يَرْتَعَ فِيهِ أَلاَ وَإِنَّ لِكُلِّ مَلِكٍ حِمًى أَلاَ وَإِنَّ حِمَى اللَّهِ مَحَارِمُهُ أَلاَ وَإِنَّ فِى الْجَسَدِ مُضْغَةً إِذَا صَلَحَتْ صَلَحَ الْجَسَدُ كُلُّهُ وَإِذَا فَسَدَتْ فَسَدَ الْجَسَدُ كُلُّهُ أَلاَ وَهِىَ الْقَلْبُ. (متفق عليه)

Rasulullah SAW bersabda, "Sesungguhnya yang halal itu jelas dan yang haram itu jelas. Dan di antara keduanya terdapat hal-hal yang samar, yang tidak diketahui (status halal dan haramnya) oleh banyak orang. Siapa menjauhkan dirinya dari hal-hal yang samar maka ia telah menyelamatkan keagamaan dan harga dirinya. Siapa terjerumus di dalamnya maka ia (lambat laun) terjerumus ke dalam yang haram, layaknya penggembala yang menggembala di sekitar daerah terlarang. Ia nyaris memasukinya.
Ingatlah. Sesungguhnya setiap raja memiliki daerah larangan dan ingatlah bahwa larangan Allah adalah hal-hal yang diharamkan-Nya.
Ingatlah. Sesungguhnya dalam tubuh ada segumpal daging, di mana jika ia baik maka seluruh tubuhnya menjadi baik. Dan jika ia rusak maka seluruh tubuhnya menjadi rusak. Ketahuilah bahwa segumpal daging itu adalah hati."