Artikel

Menyusui Anak dalam Hukum Islam

5 September 2009
Menyusui Anak dalam Hukum Islam

Memiliki buah hati atau momongan adalah suatu kebahagiaan bagi setiap orang tua, kehadirannya merupakan anugerah dari Allah yang harus disyukuri sekaligus amanat yang harus dijaga dengan baik. Sebaliknya, tak jarang ketidak-hadiran momongan menjadi pemicu keretakan rumah tangga. Salah satu bentuk … Selengkapnya …

Kaidah Fiqh: Menjaga Adab Lebih Diutamakan daripada Mematuhi Perintah

26 Agustus 2009
Kaidah Fiqh: Menjaga Adab Lebih Diutamakan daripada Mematuhi Perintah

Abu Bakr mengangkat tangannya dan memuji Allah sesuai dengan cara yang diperintahkan oleh Rasulullah –kasih sayang dan kedamaian untuknya– (sebagai bentuk syukur atas kedatangan beliau). Kemudian Abu Bakr mundur hingga sejajar dengan shaf (pertama). Sementara Nabi maju (ke posisi imam). Beliau (melanjutkan shalat) hingga selesai.

Jampi-jampi

6 Mei 2009
Jampi-jampi

حَدَّثَنَا أَبُو النُّعْمَانِ حَدَّثَنَا أَبُو عَوَانَةَ عَنْ أَبِي بِشْرٍ عَنْ أَبِي الْمُتَوَكِّلِ عَنْ أَبِي سَعِيدٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ انْطَلَقَ نَفَرٌ مِنْ أَصْحَابِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي سَفْرَةٍ سَافَرُوهَا حَتَّى نَزَلُوا عَلَى حَيٍّ مِنْ أَحْيَاءِ الْعَرَبِ فَاسْتَضَافُوهُمْ فَأَبَوْا … Selengkapnya …

Urgensi Doa di Tengah Takdir Allah

8 Desember 2008
Urgensi Doa di Tengah Takdir Allah

Apa fungsi doa sementara keputusan Allah (qadha`) tidak bisa dihindari dan pasti terjadi? Pertanyaan ini sering terlintas di benak banyak muslim. Tulisan ini mencoba menjawab mengapa doa tetap urgen meski segalanya sudah diatur dan ditakdirkan oleh Allah subhanah. 1. Doa … Selengkapnya …

Perbedaan Taubat dan Istighfar

18 Agustus 2008
Perbedaan Taubat dan Istighfar

Al Qur’an dan hadis sering menyebut kata taubah dan istighfar secara bersamaan. Penggabungkan ini memberi kesan bahwa terdapat perbedaan antara kedua istilah tersebut. Penyebutan taubah dan istighfar secara bersamaan dalam Al Qur’an Surat Hud, ayat 3 وَأَنِ اسْتَغْفِرُوا رَبَّكُمْ ثُمَّ … Selengkapnya …


أَلَمْ تَرَ أَنَّ اللَّهَ يَعْلَمُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الأرْضِ مَا يَكُونُ مِنْ نَجْوَى ثَلاثَةٍ إِلا هُوَ رَابِعُهُمْ وَلا خَمْسَةٍ إِلا هُوَ سَادِسُهُمْ وَلا أَدْنَى مِنْ ذَلِكَ وَلا أَكْثَرَ إِلا هُوَ مَعَهُمْ أَيْنَ مَا كَانُوا ثُمَّ يُنَبِّئُهُمْ بِمَا عَمِلُوا يَوْمَ الْقِيَامَةِ إِنَّ اللَّهَ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمٌ

Tidakkah engkau perhatikan, bahwa Allah mengetahui apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi? Tidak ada pembicaraan rahasia antara tiga orang, melainkan Dia adalah yang keempatnya. Dan tidak ada (pembicaraan antara) lima orang, kecuali Dia adalah yang keenamnya. Dan tidak ada yang kurang atau lebih banyak dari itu melainkan Dia pasti ada bersama mereka di mana saja mereka berada. (Q.S. Al-Mujadilah, 7)