Menyusui Anak dalam Hukum Islam

Menyusui Anak dalam Hukum Islam

Memiliki buah hati atau momongan adalah suatu kebahagiaan bagi setiap orang tua, kehadirannya merupakan anugerah dari Allah yang harus disyukuri sekaligus amanat yang harus dijaga dengan baik. Sebaliknya, tak jarang ketidak-hadiran momongan menjadi pemicu keretakan rumah tangga. Salah satu bentuk … Selengkapnya …

Kaidah Fiqh: Menjaga Adab Lebih Diutamakan daripada Mematuhi Perintah

Kaidah Fiqh: Menjaga Adab Lebih Diutamakan daripada Mematuhi Perintah

Abu Bakr mengangkat tangannya dan memuji Allah sesuai dengan cara yang diperintahkan oleh Rasulullah –kasih sayang dan kedamaian untuknya– (sebagai bentuk syukur atas kedatangan beliau). Kemudian Abu Bakr mundur hingga sejajar dengan shaf (pertama). Sementara Nabi maju (ke posisi imam). Beliau (melanjutkan shalat) hingga selesai.

Jampi-jampi

Jampi-jampi

حَدَّثَنَا أَبُو النُّعْمَانِ حَدَّثَنَا أَبُو عَوَانَةَ عَنْ أَبِي بِشْرٍ عَنْ أَبِي الْمُتَوَكِّلِ عَنْ أَبِي سَعِيدٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ انْطَلَقَ نَفَرٌ مِنْ أَصْحَابِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي سَفْرَةٍ سَافَرُوهَا حَتَّى نَزَلُوا عَلَى حَيٍّ مِنْ أَحْيَاءِ الْعَرَبِ فَاسْتَضَافُوهُمْ فَأَبَوْا … Selengkapnya …

Urgensi Doa di Tengah Takdir Allah

Urgensi Doa di Tengah Takdir Allah

Apa fungsi doa sementara keputusan Allah (qadha`) tidak bisa dihindari dan pasti terjadi? Pertanyaan ini sering terlintas di benak banyak muslim. Tulisan ini mencoba menjawab mengapa doa tetap urgen meski segalanya sudah diatur dan ditakdirkan oleh Allah subhanah. 1. Doa … Selengkapnya …

Perbedaan Taubat dan Istighfar

Perbedaan Taubat dan Istighfar

Al Qur’an dan hadis sering menyebut kata taubah dan istighfar secara bersamaan. Penggabungkan ini memberi kesan bahwa terdapat perbedaan antara kedua istilah tersebut. Penyebutan taubah dan istighfar secara bersamaan dalam Al Qur’an Surat Hud, ayat 3 وَأَنِ اسْتَغْفِرُوا رَبَّكُمْ ثُمَّ … Selengkapnya …


قُلْ مَنْ حَرَّمَ زِينَةَ اللَّهِ الَّتِي أَخْرَجَ لِعِبَادِهِ وَالطَّيِّبَاتِ مِنَ الرِّزْقِ ۚ قُلْ هِيَ لِلَّذِينَ آمَنُوا فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا خَالِصَةً يَوْمَ الْقِيَامَةِ ۗ كَذَٰلِكَ نُفَصِّلُ الْآيَاتِ لِقَوْمٍ يَعْلَمُونَ

Katakan (wahai Muhammad), "Siapakah yang mengharamkan perhiasan dari Allah yang telah dikeluarkan-Nya untuk hamba-hamba-Nya dan (siapa pulakah yang mengharamkan) rezeki yang baik?" Katakan, "Semua itu (disediakan) untuk orang-orang yang beriman dalam kehidupan dunia, (dan) khusus (untuk mereka) di hari kiamat." Demikian Kami menjelaskan ayat-ayat itu untuk orang-orang yang mengetahui. (Q.S. Al-A'raaf, 32)

Siapa saja, baik yang beriman maupun yang tidak beriman, dapat menikmati segala keindahan dan segala yang terbaik selama hidupnya di dunia. Namun hal yang sama hanya dapat dinikmati di Hari Akhir oleh mereka yang beriman.