Artikel

Menunda Mandi Junub dengan Bijak

27 Juli 2025
Menunda Mandi Junub dengan Bijak

Pada prinsipnya, seorang Muslim yang berada dalam keadaan junub diperbolehkan untuk menunda mandi junub setelah berhubungan suami-istri. Mereka diizinkan menunda mandi junub hingga terbangun dari tidur, dengan catatan penundaan ini tidak sampai keluarnya waktu salat.

Kisah Salman Al-Farisiy: Perjalanan Pencarian Kebenaran

17 Juni 2025
Kisah Salman Al-Farisiy: Perjalanan Pencarian Kebenaran

Kisah masuk Islamnya shahabat Salman Al-Farisiy (wafat 33 H) adalah salah satu kisah yang penuh makna, pelajaran, dan hikmah yang dalam. Kisah ini diceritakan kembali oleh Ibnu Abbas r.a. berdasarkan informasi yang diterimanya langsung dari Salman Al-Farisiy. Kisah ini kemudian … Selengkapnya …

Kebijaksanaan Ilahi dalam Distribusi Rezeki

16 Juni 2025
Kebijaksanaan Ilahi dalam Distribusi Rezeki

Allah Subhanah memiliki rencana besar dalam menjaga keseimbangan alam semesta, termasuk dalam distribusi rezeki. Dia berfirman, “Dan seandainya Allah melapangkan rezeki kepada hamba-hamba-Nya niscaya mereka akan bertindak di luar kontrol di bumi, tetapi Dia menurunkan dengan proporsi yang Dia kehendaki. Sungguh, Dia Mahateliti terhadap (keadaan) hamba-hamba-Nya, Maha Melihat.”

Etika Menerima Bantuan atau Sedekah

31 Mei 2025
Etika Menerima Bantuan atau Sedekah

Menerima sedekah bukan cuma soal menerima bantuan, tetapi juga ada adab yang harus diperhatikan oleh penerimanya agar bantuan atau sedekah menjadi berkah sesuai ajaran Islam. Setidaknya terdapat 4 (empat) adab atau etika penting bagi penerima bantuan dan sedekah yang dikemukakan … Selengkapnya …

Urgensi Shalawat dalam Struktur Doa

30 April 2025
Urgensi Shalawat dalam Struktur Doa

Salah satu bentuk kasih sayang Allah kepada hamba-Nya adalah dibukanya pintu doa sebagai sarana permintaan, keluhan, dan pengakuan kelemahan di hadapan-Nya. Namun, tidak semua doa langsung dikabulkan. Dalam berbagai riwayat dan pendapat ulama, dijelaskan bahwa salah satu sebab tertahannya doa … Selengkapnya …


قُلْ مَنْ حَرَّمَ زِينَةَ اللَّهِ الَّتِي أَخْرَجَ لِعِبَادِهِ وَالطَّيِّبَاتِ مِنَ الرِّزْقِ ۚ قُلْ هِيَ لِلَّذِينَ آمَنُوا فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا خَالِصَةً يَوْمَ الْقِيَامَةِ ۗ كَذَٰلِكَ نُفَصِّلُ الْآيَاتِ لِقَوْمٍ يَعْلَمُونَ

Katakan (wahai Muhammad), "Siapakah yang mengharamkan perhiasan dari Allah yang telah dikeluarkan-Nya untuk hamba-hamba-Nya dan (siapa pulakah yang mengharamkan) rezeki yang baik?" Katakan, "Semua itu (disediakan) untuk orang-orang yang beriman dalam kehidupan dunia, (dan) khusus (untuk mereka) di hari kiamat." Demikian Kami menjelaskan ayat-ayat itu untuk orang-orang yang mengetahui. (Q.S. Al-A'raaf, 32)

Siapa saja, baik yang beriman maupun yang tidak beriman, dapat menikmati segala keindahan dan segala yang terbaik selama hidupnya di dunia. Namun hal yang sama hanya dapat dinikmati di Hari Akhir oleh mereka yang beriman.