Artikel

Ibadah Qurban

27 November 2009
Ibadah Qurban

Kata kurban yang kita sebut-sebut selama ini, dalam literatur fiqh dikenal dengan istilah udh-hiyyah. Udh-hiyyah sendiri –sebagaimana didefinisikan oleh ulama Syafi’iyyah- adalah istilah untuk hewan ternak yang disembelih pada hari Idhul Adha dan hari-hari Tasyriq sebagai bentuk pendekatan diri kepada Allah SWT. … Selengkapnya …

Maka Tebarkanlah Salam

20 November 2009
Maka Tebarkanlah Salam

قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : وَالَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ ، لاَ تَدْخُلُونَ الْجَنَّةَ حَتَّى تُؤْمِنُوا ، وَلاَ تُؤْمِنُوا حَتَّى تَحَابُّوا ، أَوَلاَ أَدُلُّكُمْ عَلَى شَيْءٍ إِذَا فَعَلْتُمُوهُ تَحَابَبْتُمْ ؟ أَفْشُوا السَّلاَمَ بَيْنَكُمْ (صحيح مسلم – ج 1 ص 74) … Selengkapnya …

Lokasi I’tikkaf bagi Wanita

6 September 2009
Lokasi I’tikkaf bagi Wanita

I’tikaf di masjid di malam hari -akir-akhir ini- menjadi fenomena marak di Jakarta, khususnya di bulan Ramadhan. Bahkan sebagian rela bermalam di masjid mengajak anak dan istri mereka untuk ber-i’tikaf sambil berharap memperoleh keberkahan malam Qadr. Bagi kaum lelaki masalah … Selengkapnya …

Menyusui Anak dalam Hukum Islam

5 September 2009
Menyusui Anak dalam Hukum Islam

Memiliki buah hati atau momongan adalah suatu kebahagiaan bagi setiap orang tua, kehadirannya merupakan anugerah dari Allah yang harus disyukuri sekaligus amanat yang harus dijaga dengan baik. Sebaliknya, tak jarang ketidak-hadiran momongan menjadi pemicu keretakan rumah tangga. Salah satu bentuk … Selengkapnya …

Kaidah Fiqh: Menjaga Adab Lebih Diutamakan daripada Mematuhi Perintah

26 Agustus 2009
Kaidah Fiqh: Menjaga Adab Lebih Diutamakan daripada Mematuhi Perintah

Kaidah “adab didahulukan daripada perintah” dibangun berdasarkan beberapa hadis. Di antaranya adalah: Hadis Pertama عَنْ سَهْلِ بْنِ سَعْدٍ السَّاعِدِىِّ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- ذَهَبَ إِلَى بَنِى عَمْرِو بْنِ عَوْفٍ لِيُصْلِحَ بَيْنَهُمْ فَحَانَتِ الصَّلاَةُ فَجَاءَ الْمُؤَذِّنُ إِلَى أَبِى … Selengkapnya …


أَلَمْ تَرَ أَنَّ اللَّهَ يَعْلَمُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الأرْضِ مَا يَكُونُ مِنْ نَجْوَى ثَلاثَةٍ إِلا هُوَ رَابِعُهُمْ وَلا خَمْسَةٍ إِلا هُوَ سَادِسُهُمْ وَلا أَدْنَى مِنْ ذَلِكَ وَلا أَكْثَرَ إِلا هُوَ مَعَهُمْ أَيْنَ مَا كَانُوا ثُمَّ يُنَبِّئُهُمْ بِمَا عَمِلُوا يَوْمَ الْقِيَامَةِ إِنَّ اللَّهَ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمٌ

Tidakkah engkau perhatikan, bahwa Allah mengetahui apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi? Tidak ada pembicaraan rahasia antara tiga orang, melainkan Dia adalah yang keempatnya. Dan tidak ada (pembicaraan antara) lima orang, kecuali Dia adalah yang keenamnya. Dan tidak ada yang kurang atau lebih banyak dari itu melainkan Dia pasti ada bersama mereka di mana saja mereka berada. (Q.S. Al-Mujadilah, 7)