Artikel

Redaksi Shalawat

15 Januari 2018
Redaksi Shalawat

Shalawat kepada Nabi −shalawat dan salam untuknya− adalah ungkapan doa. Sebagai sebuah ungkapan permintaan seorang hamba kepada Tuhannya, redaksi shalawat dapat terdiri dari 2 (dua) kategori: Redaksi yang spesifik yang diambil langsung dari petunjuk nash Al Qur`an maupun keterangan eksplisit … Selengkapnya …

Perbedaan Dua Term Qur`ani: Fahsya` dan Munkar

15 Januari 2018
Perbedaan Dua Term Qur`ani: Fahsya` dan Munkar

Fahsya` dan Munkar adalah 2 (dua) istilah Qur`ani (lihat al ‘Ankabut, 45) yang diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia menjadi “Keji dan Munkar”. Para penafsir memberikan keterangan yang beragam mengenai maksud kedua istilah ini. Berikut adalah keterangan pengertian keduanya yang dikutip dari buku … Selengkapnya …

Masihkah Rasulullah Memerlukan Shalawat Kita (?)

15 Januari 2018
Kepentingan Rasulullah di Balik Shalawat Untuknya(?)

Ungkapan shalawat (permohonan kasih sayang Tuhan) oleh kita untuk beliau tidak dapat dipahami bahwa beliau memerlukan itu. Bahkan, shalawat para malaikat pun menjadi tidak penting bagi beliau. Apa sih arti shalawat para Malaikat untuk beliau jika Allah sendiri sudah menyatakan shalawat-Nya. Bukankah yang terakhir ini sudah amat sangat lebih dari cukup untuk kepentingan beliau.

Pemuliaan Guru

2 April 2014
Pemuliaan Guru

Dalam perjalanan hijrah, tepatnya dalam perjalanan menuju gua Tsur, Abu Bakr RA kadang-kadang berjalan di depan Nabi SAW, di kesempatan lain –kadang-kadang– berjalan di belakang beliau SAW Ketika Rasulullah SAW menyadari hal itu, beliau SAW bertanya, “Wahai Abu Bakr, mengapa … Selengkapnya …

5 (Lima) Sahabat Nabi Terkaya yang Dikabarkan Masuk Surga

13 Juni 2013
5 (Lima) Sahabat Nabi Terkaya yang Dikabarkan Masuk Surga

Tulisan ini terinspirasi oleh tulisan Dr. Yusuf ibn Ahmad al-Qasim (dapat dibaca di sini). Dalam artikelnya, beliau mengambil datanya dari beberapa buku, di antaranya Tarikh al-Islam dan Sayr A’lam al-Nubala`. Sementara saya, dalam tulisan ini berusaha menambahkan verifikasi saya sendiri … Selengkapnya …


لَوْ بَسَطَ اللَّهُ الرِّزْقَ لِعِبَادِهِ لَبَغَوْا فِي الْأَرْضِ وَلَكِن يُنَزِّلُ بِقَدَرٍ مَّا يَشَاء إِنَّهُ بِعِبَادِهِ خَبِيرٌ بَصِيرٌ

Kalau saja Allah melapangkan rezeki kepada hamba-hambaNya maka mereka akan berbuat melampaui batas di bumi, tetapi Dia menurunkan dengan ukuran yang Dia inginkan. Sesungguhnya Dia Mahateliti terhadap (kondisi) hamba-hambaNya, (dan) Maha Melihat. (Q.S. Asy-Suraa, 27)