Artikel

Dampak Dosa Terhadap Hati

10 Januari 2025
Dampak Dosa Terhadap Hati

Dalam Islam, hati memiliki peran sentral dalam kehidupan spiritual seorang Muslim. Hati yang sehat menjadi cerminan iman yang kuat, sementara hati yang ternodai dosa menjadi cermin iman yang rendah atau bahkan tidak beriman. Salah satu ungkapan yang sering dibahas oleh … Selengkapnya …

Panduan Bijak dalam Memilih Penerima Sedekah/Zakat: Perspektif al-Ghazaliy

7 Januari 2025
Panduan Bijak dalam Memilih Penerima Sedekah/Zakat: Perspektif al-Ghazaliy

Al-imam Al-Ghazaliy (450 – 505 H / 1058-1111 M), salah seorang di antara ulama dan pemikir besar Islam, memberikan pedoman mengenai bagaimana sedekah dan zakat sebaiknya disalurkan. Dalam pandangannya, pemberian yang dilakukan tidak hanya berfokus pada 8 (delapan) golongan penerima … Selengkapnya …

Kepedulian Terhadap Janda dan Orang Tidak Mampu

1 Januari 2025
Kepedulian Terhadap Janda dan Orang Tidak Mampu

Rasulullah SAW, sebagaimana yang dicatat oleh al-imam Muslim dalam buku catatan hadisnya bersabda, السَّاعِي عَلَى الْأَرْمَلَةِ وَالْمِسْكِينِ كَالْمُجَاهِدِ فِي سَبِيلِ اللَّهِ Orang yang berusaha untuk membantu janda dan orang miskin adalah seperti pejuang (mujahid) di jalan Allah Dalam Islam, membantu … Selengkapnya …

Ath-Thayyar, Ja’far bin Abu Thalib

12 Januari 2023
Ath-Thayyar, Ja’far bin Abu Thalib

Beliau adalah abang kandung (langsung) ‘Aliy bin Abu Thalib (semoga Allah ta’ala meridhai keduanya) dengan perbedaan usia 10 tahun. Rasulullah –kasih sayang dan salamNya untuknya– memberinya gelar kunyah dengan Abul Masakin (ayah orang-orang miskin) karena kegemarannya bergaul dan simpatinya kepada … Selengkapnya …

Redaksi Shalawat

15 Januari 2018
Redaksi Shalawat

Shalawat kepada Nabi −shalawat dan salam untuknya− adalah ungkapan doa. Sebagai sebuah ungkapan permintaan seorang hamba kepada Tuhannya, redaksi shalawat dapat terdiri dari 2 (dua) kategori: Redaksi yang spesifik yang diambil langsung dari petunjuk nash Al Qur`an maupun keterangan eksplisit … Selengkapnya …


قُلْ مَنْ حَرَّمَ زِينَةَ اللَّهِ الَّتِي أَخْرَجَ لِعِبَادِهِ وَالطَّيِّبَاتِ مِنَ الرِّزْقِ ۚ قُلْ هِيَ لِلَّذِينَ آمَنُوا فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا خَالِصَةً يَوْمَ الْقِيَامَةِ ۗ كَذَٰلِكَ نُفَصِّلُ الْآيَاتِ لِقَوْمٍ يَعْلَمُونَ

Katakan (wahai Muhammad), "Siapakah yang mengharamkan perhiasan dari Allah yang telah dikeluarkan-Nya untuk hamba-hamba-Nya dan (siapa pulakah yang mengharamkan) rezeki yang baik?" Katakan, "Semua itu (disediakan) untuk orang-orang yang beriman dalam kehidupan dunia, (dan) khusus (untuk mereka) di hari kiamat." Demikian Kami menjelaskan ayat-ayat itu untuk orang-orang yang mengetahui. (Q.S. Al-A'raaf, 32)

Siapa saja, baik yang beriman maupun yang tidak beriman, dapat menikmati segala keindahan dan segala yang terbaik selama hidupnya di dunia. Namun hal yang sama hanya dapat dinikmati di Hari Akhir oleh mereka yang beriman.