Artikel

Kepedulian Terhadap Janda dan Orang Tidak Mampu

1 Januari 2025
Kepedulian Terhadap Janda dan Orang Tidak Mampu

Rasulullah SAW, sebagaimana yang dicatat oleh al-imam Muslim dalam buku catatan hadisnya bersabda, السَّاعِي عَلَى الْأَرْمَلَةِ وَالْمِسْكِينِ كَالْمُجَاهِدِ فِي سَبِيلِ اللَّهِ Orang yang berusaha untuk membantu janda dan orang miskin adalah seperti pejuang (mujahid) di jalan Allah Dalam Islam, membantu … Selengkapnya …

Ath-Thayyar, Ja’far bin Abu Thalib

12 Januari 2023
Ath-Thayyar, Ja’far bin Abu Thalib

Beliau adalah abang kandung (langsung) ‘Aliy bin Abu Thalib (semoga Allah ta’ala meridhai keduanya) dengan perbedaan usia 10 tahun. Rasulullah –kasih sayang dan salamNya untuknya– memberinya gelar kunyah dengan Abul Masakin (ayah orang-orang miskin) karena kegemarannya bergaul dan simpatinya kepada … Selengkapnya …

Redaksi Shalawat

15 Januari 2018
Redaksi Shalawat

Shalawat kepada Nabi −shalawat dan salam untuknya− adalah ungkapan doa. Sebagai sebuah ungkapan permintaan seorang hamba kepada Tuhannya, redaksi shalawat dapat terdiri dari 2 (dua) kategori: Redaksi yang spesifik yang diambil langsung dari petunjuk nash Al Qur`an maupun keterangan eksplisit … Selengkapnya …

Perbedaan Dua Term Qur`ani: Fahsya` dan Munkar

15 Januari 2018
Perbedaan Dua Term Qur`ani: Fahsya` dan Munkar

Fahsya` dan Munkar adalah 2 (dua) istilah Qur`ani (lihat al ‘Ankabut, 45) yang diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia menjadi “Keji dan Munkar”. Para penafsir memberikan keterangan yang beragam mengenai maksud kedua istilah ini. Berikut adalah keterangan pengertian keduanya yang dikutip dari buku … Selengkapnya …

Masihkah Rasulullah Memerlukan Shalawat Kita (?)

15 Januari 2018
Kepentingan Rasulullah di Balik Shalawat Untuknya(?)

Ungkapan shalawat (permohonan kasih sayang Tuhan) oleh kita untuk beliau tidak dapat dipahami bahwa beliau memerlukan itu. Bahkan, shalawat para malaikat pun menjadi tidak penting bagi beliau. Apa sih arti shalawat para Malaikat untuk beliau jika Allah sendiri sudah menyatakan shalawat-Nya. Bukankah yang terakhir ini sudah amat sangat lebih dari cukup untuk kepentingan beliau.


تِلْكَ حُدُودُ اللَّهِ وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ يُدْخِلْهُ جَنَّاتٍ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا وَذَلِكَ الْفَوْزُ الْعَظِيمُ وَمَنْ يَعْصِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ وَيَتَعَدَّ حُدُودَهُ يُدْخِلْهُ نَارًا خَالِدًا فِيهَا وَلَهُ عَذَابٌ مُهِينٌ . (النساء: 13 - 14)

Demikian ketentuan-ketentuan dari Allah. Siapa yang patuh kepada Allah dan Rasul-Nya, maka Allah memasukkannya ke dalam surga yang di dalamnya terdapat sungai-sungai yang selalu mengalir, mereka kekal di dalamnya; itulah kemenangan yang besar.
Dan siapa yang mendurhakai Allah dan Rasul-Nya dan melanggar ketentuan-ketentuan-Nya, maka Allah memasukkannya ke dalam api neraka. ia kekal di dalamnya; dan baginya siksa yang menghinakan. (An-Nisaa`, 13-14)