Wahai Abu Jahl …

Wahai Abu Jahl …

Dalam sejarah kenabian, ada momen-momen agung ketika Rasulullah s.a.w. membangkitkan harapan, keyakinan, dan penguatan ruhiyyah bagi para sahabatnya melalui kabar gembira akan janji kemenangan dan pertolongan dari Allah S.w.t. Kabar ini bukan sekadar motivasi, melainkan didukung mukjizat nyata yang memperlihatkan bahwa mereka berada di atas al-haqq. Para mukminin menyaksikan sendiri bagaimana kebenaran ajaran yang dibawa Nabi s.a.w. ditopang oleh bukti-bukti lahiriah.

Meninggal Dunia dalam Kondisi Junub

Meninggal Dunia dalam Kondisi Junub

Meninggal dalam keadaan junub bukanlah indikasi bahwa seseorang memiliki akhir yang buruk. Kematian junub bukan pula menunjukkan lemahnya iman atau adanya kedurhakaan. Ini berlaku bagi mereka yang junub karena alasan yang dibolehkan, seperti hubungan suami istri atau karena mimpi basah (ihtihlam).

Menunda Mandi Junub dengan Bijak

Menunda Mandi Junub dengan Bijak

Pada prinsipnya, seorang Muslim yang berada dalam keadaan junub diperbolehkan untuk menunda mandi junub setelah berhubungan suami-istri. Mereka diizinkan menunda mandi junub hingga terbangun dari tidur, dengan catatan penundaan ini tidak sampai keluarnya waktu salat.

Kebijaksanaan Ilahi dalam Distribusi Rezeki

Kebijaksanaan Ilahi dalam Distribusi Rezeki

Allah Subhanah memiliki rencana besar dalam menjaga keseimbangan alam semesta, termasuk dalam distribusi rezeki. Dia berfirman, “Dan seandainya Allah melapangkan rezeki kepada hamba-hamba-Nya niscaya mereka akan bertindak di luar kontrol di bumi, tetapi Dia menurunkan dengan proporsi yang Dia kehendaki. Sungguh, Dia Mahateliti terhadap (keadaan) hamba-hamba-Nya, Maha Melihat.”

Etika Menerima Bantuan atau Sedekah

Etika Menerima Bantuan atau Sedekah

Menerima sedekah bukan cuma soal menerima bantuan, tetapi juga ada adab yang harus diperhatikan oleh penerimanya agar bantuan atau sedekah menjadi berkah sesuai ajaran Islam. Setidaknya terdapat 4 (empat) adab atau etika penting bagi penerima bantuan dan sedekah yang dikemukakan … Selengkapnya …

Urgensi Shalawat dalam Struktur Doa

Urgensi Shalawat dalam Struktur Doa

Salah satu bentuk kasih sayang Allah kepada hamba-Nya adalah dibukanya pintu doa sebagai sarana permintaan, keluhan, dan pengakuan kelemahan di hadapan-Nya. Namun, tidak semua doa langsung dikabulkan. Dalam berbagai riwayat dan pendapat ulama, dijelaskan bahwa salah satu sebab tertahannya doa … Selengkapnya …

Kausalitas dan Tawakal: Menyelaraskan Kehendak Allah

Kausalitas dan Tawakal: Menyelaraskan Kehendak Allah

Salah satu aturan/hukum yang Allah tetapkan dalam kehidupan ini (sunnatullah) adalah hukum sebab dan akibat (kausalitas). Segala sesuatu yang terjadi di alam semesta ini tidak terjadi secara kebetulan, tetapi mengikuti aturan yang ajeg dan didasari oleh hikmah yang mendalam. Hukum ini tidak hanya berlaku dalam tatanan alam, tetapi juga dalam hukum syariat dan kehidupan manusia.

Menggapai Kemuliaan (Karamah) Melalui Pengetahuan

Menggapai Kemuliaan (Karamah) Melalui Pengetahuan

Ilmu pengetahuan memiliki kedudukan yang sangat mulia dalam pandangan Islam. Kemuliaan ilmu terletak pada fungsinya sebagai sarana untuk mencapai kebajikan dan ketakwaan. Ilmu tidak hanya mengarah pada pengetahuan semata, tetapi juga menjadi alat untuk meraih kehidupan yang lebih baik dan diridhai oleh Allah S.w.t. Sebagai alat untuk mencapai kebaikan, ilmu seharusnya menjadikan seseorang lebih dekat kepada “kebajikan yang sejati” dan ketakwaan yang membawa kebahagiaan abadi di akhirat.


لَوْ بَسَطَ اللَّهُ الرِّزْقَ لِعِبَادِهِ لَبَغَوْا فِي الْأَرْضِ وَلَكِن يُنَزِّلُ بِقَدَرٍ مَّا يَشَاء إِنَّهُ بِعِبَادِهِ خَبِيرٌ بَصِيرٌ

Kalau saja Allah melapangkan rezeki kepada hamba-hambaNya maka mereka akan berbuat melampaui batas di bumi, tetapi Dia menurunkan dengan ukuran yang Dia inginkan. Sesungguhnya Dia Mahateliti terhadap (kondisi) hamba-hambaNya, (dan) Maha Melihat. (Q.S. Asy-Suraa, 27)